728x90 AdSpace

  • Terhangat

    Kamis, 17 Oktober 2013

    Fenomena Deja Vu, Apa Itu?

    Fenomena Deja Vu, Apa Itu?

    Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba merasa familiar dengan rumah tersebut? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya? Nah, itulah yang disebut Deja Vu.

    Deja vu sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti "telah melihat". Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876. Selain Deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya.

    Berdasarkan penelitian, ternyata misteri Deja vu dialami oleh 70% manusia yang ada di bumi. Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.

    Fenomena Deja Vu, Apa Itu?

    Foto diatas merupakan ilustrasi yang sering digunakan oleh ahli otak untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air laut kita gambarkan sebagai batas kesadaran kita. Bongkahan es kecil di atas permukaan laut menggambarkan alam sadar kita. Sedangkah bongkahan es raksasa di bawah permukaan laut adalah alam bawah sadar kita. Hal ini menunjukkan bahwa alam bawah sadar kita lebih banyak menyimpan memori daripada alam sadar.

    Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya. Subliminal sendiri berarti beroperasi di alam bawah sadar.

    Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut. Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

    Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu. Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

    Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka secara subliminal otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

    Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.

    Kesimpulannya, fenomena Deja Vu terjadi bukan karena hal mistis, melainkan karena memori yang tersimpan di alam bawah sadar kita, sehingga kita merasa pernah melihat/melakukan sesuatu namun tidak kita sadari.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Berikan feedback positif untuk mendukung penulis

    Item Reviewed: Fenomena Deja Vu, Apa Itu? Rating: 5 Reviewed By: Muhamad Ramadhan
    Scroll to Top